Rabu, 04 November 2009

Pustaka Fahima, Antologi 7,9 scala richter dan Sastrawan

Pustaka Fahima, Antologi 7,9 scala richter dan Sastrawan

**

Yogya (04/11)--30 September 2009, lempeng Eurasia berderak di Sumatera Barat. Gempa berkekuatan 7,9 scala richter adalah wujud-Nya. Ratusan manusia, menjadi jasad beku. Rumah-rumah runtuh, menjadi puing-puing berserakkan. Bencana ini memiuh air mata di seluruh pelosok Nusantara. Juga bagi 42 orang sastrawan, terdiri dari Novelis, Cerpenis, dan Penyair muda Indonesia. Mereka secara ber-gotong royong mengarap antologi “Sebilah Sayap Bidadari; Memorilibia 7,9 Scala Richter.” Pada awalnya gagasan antologi ini mengalir dari Jaringan Penulis Indonesia (JPI) dan kemudian selama kurang lebih 3 minggu, disebarkan undangan bagi Sastrawan dan Penulis, untuk menyumbangkan cerpen dan puisi untuk Sumatera Barat. Melalui beberapa tahap seleksi dan diskusi, akhirnya terkumpul dan disepakati 42 orang penulis, dengan karya cerpen dan puisi, akan dimuat dalam antologi ini. Demikian royalti dari penjualan antologi ini seutuhnya akan disumbangkan untuk “penangulangan beban psikis” korban gempa di Sumatera Barat, dengan melibatkan relawan lokal di Ranah Minang. Untuk merealisasikan i’tikad ini, Penerbit Pustaka Fahima memfasilitasi penerbitan antologi tersebut.

Dalam antologi ini bergabung penulis yang tidak asing di jagat sastra Indonesia dan populer semenjak dekade terakhir. Seperti, Dewi “dee” Lestari (Novelis dari Supernova & Perahu Kertas . Fira Basuki (Penulis dan Pimp. Red majalah Cosmopolitan). Salman Ariston (Penulis skenario film layar lebar “Ayat-ayat Cinta”). Zelfeni Wimra (Penulis Muda berbakat versi FLP). Endik Koeswoyo (Novelis “Hijrahnya Cinta” & “Do’a untuk Dinda”). Tidak hanya itu antologi ini juga didukung oleh penulis-penulis muda lainnya, seperti Muhammad Sholihin el-Nasiry. Benny Arnas. Silfiza Ariska, dsb.

Naskah ini tengah proses penerbitan. “Dua hari ke-depan, diupayakan proses lay-out naskah ini sudah rampung. Dan kemudian akan didiskusikan dalam rangka pematangan dengan tim kreatif Pustaka Fahima. Untuk pendistribusian-nya, kita akan gunakan distributor utama. Distributor yang mampu memasarkan lebih 5000 eksamplar.” Demikian uraian Bapak Bambang (04/11/09). Pengusaha Pustaka Fahima Group, yang membawahi beberapa lini penerbitan. Apa yang dilakukan oleh sastrawan dalam antologi “Sebilah Sayap Bidadari; Memorilibia 7,9 scala richter”, juga Pustaka Fahima adalah upaya untuk mensinergikan “produksi dan sosialitas”. Sebagai respon dan tangung jawab sosial, bahkan spritual bagi anak bangsa yang tengah merintih, dan butuh uluran tangan. Seperti di Minangkabau saat ini.[]






0 komentar:

Poskan Komentar

KARYA BUKU;
KARYA CETAK
1-Cowok Yang Terobsesi Melati (Diva Press)
2- Cinta Selebar Kerudung (Sketsa)
3-Siapa Memanfaatkan Letkol Untung (Media Pressindo) 4-Tersesat Di Surga (Sketsa)
5- Pak Gempa (ArusKata)
6- Hijrahnya Cinta (Pustaka Fahima)
7. Kaldera: Ketika Cinta Bicara Cinta (Bisnis 2030)
8. Doa Untuk Dinda (Garailmu, Diva Press Group)
9. Kisah Raja-Raja Legendaris Nusantara (Garailmu, Diva Press Group)
Terimkasih atas kunjungannya, salam hangat untuk orang-orang yang anda sayangi. Tesenyumlah dan yakinlah sekali Merdeka Tetap Merdeka...

Endik Koeswoyo's

Endik Koeswoyo on Facebook